Jumat, 21 Juni 2013

MASA LALU

Sekaraaaang waktunya aku menceritakan yang sebenarnya…..
setiap  orang pasti memiliki masa lalu entah itu berakhir dengan indah , manis , pahit , atau biasa-biasa saja terutama dalam hal percintaan , termasuk aku.. ya aku , aku memiliki masa lalu yang bisa dibilang tidak indah karena berakhirnya pun tidak indah , bahkan pahit seperti kopi hitam yang pahit tanpa diberi gula dan amat sesak di dada. butuh waktu untuk melupakan , butuh mental kuat untuk dinilai buruk oleh orang lain , sebenarnya bukan waktuknya lagi aku untuk menceritakan masa laluku yang sudah 2 tahun berlalu , namun aku mulai merasa muak dengan semua omongan-omongan yang tidak enak di dengar. Aku selalu sabar dengan celotehan yang mereka lontarkan yaitu “berakhirnya hubungan aku dengannya disebabkan aku yang SELINGKUH”.  Bahkan sampai sekarang aku bahagia dengan yang lain pun aku masih mendengar celotehan itu. Aku hanya bisa tersenyum dan rasanya ingin kujatuhkan air mataku kembali bila mengingat peristiwa kala itu yang membuat ku trauma sampai saat ini. Tapi rasanya tak ada gunanya lagi aku membuang air mataku hanya untuk dia yang menyakitiku . Peristiwa? Ya peristiwa penuh perjuangan yang aku tempuh sendiri agar bisa lepas dari dia. Kenapa aku dibilang yang SELINGKUH? Ini semua sudah keputusanku , ini semua sudah menjadi resiko ku , ini pun sudah aku pikir matang-matang , aku rela menanggung semuanya agar aku bisa terlepas dari dia , namun aku memiliki alasan kenapa aku melakukan itu.. aku terpaksa , aku kehabisan akal , bahkan ini hal terkonyol yang pernah aku lakukan didalam sejarah percintaanku dan aku selalu bertanya-tanya apa ini SALAHKU? Kenapa saat aku meminta ingin mengakhiri ia selalu mengelak? Kenapa setiap aku beri kesempatan memperbaiki sifat kasar yang bukan sekedar kata-kata melainkan main fisik itu dia tak pernah ingin merubah dan selalu mengulangnya kembali? Kenapa setiap dia mengucap janji tak pernah ia tepati?
Kasar? Ya dia cowok yang memiliki emosi tinggi , dia termasuk cowok kasar ketika dia marah , dia main fisik. Aku sudah muak dengan sifatnya yang berubah kasar 380 derajat sejak 6-9 bulan hubungan berjalan ditambah dia mengajak aku melakukan hal negative. Semakin hilang rasa yang aku miliki untuknya namun ia tak ingin melepaskan ku dari genggamannya.

Sejak 9 bulan berjalan , aku menjalani tanpa ada rasa , semuanya menjadi hambar , tak ada lagi benih-benih cinta , tak ada lagi indahnya kerhamonisan  , senyum atau kebahagiaan yang aku perlihatkan kepadanya juga teman-temanku , keluargaku , keluarganya itu hanya kepura-puraanku karena memang saat itu tidak ada yang tahu sifat dia yang amat sangat keras dan selalu melakukan kekerasan padaku.
Sakit…amat sakit hati ini ketika aku melakukan seperti halnya sinetron. Sampai pada akhirnya aku lelah , lelah dengan semua kebohongan dan kepura-puraanku , dan dia yang selalu dinilai positif oleh semua orang termasuk keluargaku.

Memasuki hubungan 1 tahun lebih , entahlah aku sudah lupa tepatnya kapan , aku menjalani Praktek kerja industri di salah satu perusahaan besar , disana aku menemukan banyak teman baru walaupun tidak seumuran , namun mereka berjiwa muda. Aku merasa aku menemukan jati diriku yang sebenarnya disana , gimana tidak? Aku selalu mendapatkan kata-kata motivasi dari pembimbing ku disana terutama dalam hal percintaan dan pendidikan dan Disana pun aku menemukan orang yang selalu memberiku semangat sehingga aku merasa nyaman tanpa cowok itu ketahui sebenarnya aku memang lagi butuh banyak semangat karena sedang terpuruk , dan kebetulan dia mirip almarhum sahabat ku yang sudah meninggal.

Hari demi hari , seketika aku merasa aku lupa dengan semua masalahku , aku mulai agak sedikit bisa move on dari rumitnya hubungan ku , bahkan aku lupa bahwa aku sedang berstatus taken ( no single). Aku dengan cowok itu pun mulai dekat , aku mulai memberanikan diri untuk sedikit menceritakan hubungan ku. Sejak saat itu aku mulai sedikit lost kontak sama dia (mantanku) , mulai menghilang , dan mulai berani mengambil keputusan kalo aku akan bilang mempunyai kekasih baru. Padahal disitu aku dengan cowok itu belum ada  hubungan apa-apa , hanya sekedar kakak adik saja dan aku sama dia (mantanku) masih berstatus pacaran.  intinya aku Cuma pura-pura agar aku lepas dari dia , lepas dari kekerasan yang selama itu aku dapati , dan kata-kata SELINGKUH itu hanya KONOTASI . sampai akhirnya dia melepasku , membiarkan aku pergi dan aku siap menerima aku dinilai buruk oleh orang lain karena aku selingkuh walaupun kenyataannya TIDAK.  Memang setelah seminggu aku putus dari dia (mantanku) aku kembali membuka hati untuk orang lain dan orang lain itu adalah cowok yang selama itu memberi semangat hingga pada akhirnya aku terlepas , sebenernya aku tidak ingin terlalu cepat memberikan hati ku kepadanya , aku takut dia merasa hanya jadi pelampiasanku , aku takut menyakiti hatinya ketika aku masih belum bisa move on dari masa laluku , namun takdir berkata lain , keadaan pun ikut berkata lain , ternyata dia adalah orang yang aku cari selama ini , menganyomi ku , membuat aku dewasa , membuat aku mengerti arti cinta & kehidupan sesungguhnya.

Ini alasanku kenapa aku memilih berpura-pura bilang ke semua orang kalo aku selingkuh? dan kenapa aku tidak menceritakan yang sebenernya ke orang terdekatku saat itu ? Aku tidak menceritakan itu semua karena aku tidak ingin dia(mantanku) itu dibenci oleh orang lain dengan sikapnya yang seperti itu. Dan aku lebih memilih aku yang dibenci oleh orang lain. Aku pun berharap agar apa yang dia(mantanku) lakukan padaku tidak diulangin kembali pada wanita lain? Cukup aku yang merasakannya.

Senin, 03 Juni 2013

Dunia Perkuliahan yang ku tempuh

Tidak terasa udah Dua semester aku jalani di dunia perkuliahan ini

Sebelum memasuki dunia perkuliahan, masa masa SMK adalah masa masa yang luar biasa, aku punya teman-teman yang luar biasa kompaknya, namun ketika aku terjun ke dunia perkuliahan, aku dituntut untuk merubah kebiasaan yang telah menjadi kebiasaan di waktu SMK yang sebagian besar bersifat kearah kesenangan belaka, merubah sesuatu itu tidak seinstan membuat mie, maka dari itu perlahan lahan tinggalkanlah kebiasaan yang intinya kita inginnya senang-senang terus, hmm..bagi anak SMA/K  mungkin kuliah itu enak tapi faktanya tidaaak…

Aku mau cerita tentang dunia perkuliahan yang baru dua semester  aku tempuh, awalnya aku gak ada niatan sedikitpun masuk Universitas pamulang , karna sebelumnya aku ikut SNMPTN Undangan di UNJ dan UIN , namun apa boleh buat seleksi yang ketiga ternyata gak lulus yang memang persaingan sangat ketat , yasudahlah aku tak ingin membuang-buang waktu karena masih banyak universitas swasta yang fasilitas dan kualitasnya lebih bagus dari Perguruan tinggi Negeri  . aku ingin menuntut ilmu yang jauh dari rumah  tapi masih dijangkau pulang pergi tanpa harus kost, karena itu akan membuat ku mandiri , disiplin waktu .  Seketika Di otak aku muncul Universitas MercuBuana jakarta dan akan mengambil jurusan Teknik Informatika , agak sedikit melenceng memang dari jurusan ku ketika SMK  , alasan aku memilih jurusan itu karena aku suka yang berbaur computer , mendesign , segala macamnya lah , tapi aku berfikir panjang , mendesign adalah salah satu hobby ku bukan tujuan utamaku  yang ingin menjadi seorang  accounting handal nantinya , karena hobbi masih bisa kembangkan sendiri asal ada keinginan tanpa harus kuliah pun itu bisa kita capai sendiri ,  Lalu aku sedikit membuang keegoisanku ini  kembali pada tujuan utamaku menjadi seorang accounting dan dipilihlah salah satu kampus di tangerang selatan Universitas Pamulang (UNPAM). 


Pada saat kuliah perdana, namanya juga baru, jadi aku ngumpul dulu sama teman-teman kelas aku yang baru  sebelum masuk kuliah. Hal ini bertujuan biar satu sama lain bisa cepat saling mengenal, dan biar gak malu sendiri kalo salah kelas. Dalam 3 hari aku udah lumayan hapal lokasi/ruangan tempat aku belajar .
Yang saat ini bisa aku ungkapkan adalah beratnya kuliah itu terasa ketika mengerjakan sebuah laporan  , Makalah persentasi , pokoknya yang serba mandiri atau disebut TUGAS MANDIRI  dan itu deadline  semua , apa lagi waktu itu disemester satu ada latihan Bikin Laporan Skripsi yang diajukan untuk memenuhi syarat mengikuti ujian semester 1  dan mau acc laporan, sampe bela-belain gak ada jadwal kuliah pun masih harus ke kampus . sempat berasa jadi anak semester akhir mau sidang yang harus cari judul skripsi yang menarik untuk diteliti , membuat daftar isi dengan baik , membuat latar belakang masalah yang biasanya kita copy paste di google tapi ini kita bikin sendiri  , sistematika penulisan , hipotesa . dan itu semua harus dikonsultasi oleh dosen , agak kesel  emang ketika laporan yang sudah rapih diketik namun harus dicoret-coret sama dosen karena masih ada kesalahan , fuuuh…rasa putus asa  merasuki otak ku saat itu.
 Semuanya amazing dan benar-benar dunia Kuliah ini sangat amat berbeda , gak kayak waktu sekolah yang masih bisa nyontek sama  temen jadi gak terlalu mikirin tugas yang dikasih guru ,Sedangkan kuliah setiap pertemuan pasti akan diberikan tugas dan bentuk tugasnya pun Laporan atau makalah untuk Persentasi . ya persentasi dan makalah bagi mahasiswa itu sudah menjadi makanan sehari-hari dan udah gak aneh lagi buat didengar.  Pantas saja banyak orang yang kuliahnya gak sampe tuntas atau berenti ditengah jalan , banyak alasan yang mereka lontarkan , ada yang gak kuat sama tugas-tugasnya  ,  otaknya gak kuatlah , gak kuat sama jurusan  yang mereka ambil. Fuuuh.. semoga itu tidak terjadi pada diri ku.  Walaupun aku sempat lelah dengan aktivitas yang menguras otak , tapi dengan prestasi yang aku raih di semester 1 dengan IPK diatas 3,5 itu membuat aku jadi lebih semangat dan akan terus meningkatkan IPK ku :)


Seiring berjalannya waktu, aku mulai enjoy dengan dunia baru ku semoga akan tetap enjoy dan menikmati sampai pada akhir ujung perjuanganku memakai sebuah toga , namun Bukan hanya sekedar toga, tapi proses Bukan nilai , tapi usaha dan perjuangan atas pertempuran waktu , tenaga dan pikiran. Semuanya itu adalah demi satu niat yang tertanam didalam hatidengan gelar Strata Ekonomi (SE) yang handal dan sukses *AMIN*

SEPERTI APA SIH DUNIA KAMPUS ITU?



SEPERTI APA SIH DUNIA KAMPUS ITU?

Hem, gak salah lagi, pertanyaan ini pasti sering melintas di kepala kita yang baru  akan masuk ke dunia kampus. Benarkah?
Seperti apa ya dunia kampus itu? Apa saja yang dipelajari? Apakah cara belajarnya sama dengan belajar ketika di sekolah? Apakah dosen itu sama seperti guru? Lalu, apa benar katanya kuliah itu sesuka hati kita? Kalau begitu, apa yang kita peroleh dari kampus? Wah, semakin penasaran kan dengan dunia kampus?
Jadi, seperti apa dunia kampus itu?
Lewat post ini, aku ingin berbagi sedikit pengalaman dan cerita tentang awal memasuki dunia kampus. Selamat membaca :)

Kuliah? Hem, memang benar, pertanyaan ini yang sering muncul dibenak kepalaku saat menjelang Njian Nasional (UN) dan ketika orang tuaku mulai menyinggung soal kuliah.  Rasanya, aku bingung akan memilih kampus mana. Semua pasti mengalami hal yang sama sepertiku, terutama untuk yang baru saja lulus sekolah menengah atas (SMA / SMK) dan akan melanjutkan ke perguruan tinggi, entah perguruan tinggi negeri ataupun swasta. Biasanya, kalau sudah kelas XII (dua belas) dan mendekati UN, kita mulai mengalami kebingungan akan melanjutkan kuliah dimana, memilih jurusan atau fakultas apa, atau apa bakat dan potensi yang sebenarnya kita miliki. Hingga pada akhirnya,trend ikut-ikutan teman sepermainan ketika di SMK-pun terjadi. Padahal, belum tentu kampus atau jurusan yang dipilih oleh teman kita itu cocok dengan kita. Kalau sudah seperti itu, kita bisa terperangkap oleh pilihan kita sendiri, karena yang menentukan kita bisa sukses atau tidak pun itu tergantung dari diri kita sendiri, bukan orang lain. Nah, kalo sudah seperti ini, kita harus bagaimana? Karena penyesalan memang selalu datang diakhir.
Kalau sudah seperti ini, kita berada antara dua pilihan. Pertama, kita tetap melanjutkan kuliah yang sudah terlanjur kita pilih karena mengikuti teman, atau pilihan kedua kita pindah ke kampus lain dan memilih jurusan atau fakultas yang kita inginkan. Tentunya harus diimbangi dengan kemampuan orang tua kita dalam hal biaya. Karena kuncinya tetap ada pada diri kita dan orang tua kita sendiri. Selama mereka masih mendukung secara moril dan materil, lakukan saja, yang penting jangan pernah mengecewakan mereka. Selanjutnya kita tinggal menjalankan kuliah dengan sungguh-sungguh.

AWAL PERSIAPAN MASUK KAMPUS
Sebelum kita diterima di perguruan tinggi manapun, tentunya kita harus melewati tahap seleksi. Entah melalui jalur seleksi prestasi (JSP), melalui jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), ujian bersama (UMB), atau program beasiswa yang tentunya perlu usaha ekstra untuk mendapatkannya. Yang jelas, cara manapun yang kita pilih, itu semua tergantung juga dari seberapa besar usaha serta niat kita untuk masuk ke perguruan tinggi yang sudah kita pilih tersebut. Melalui JSP misalnya, jalur ini dianjurkan kepada kita yang mempunyai nilai rata-rata yang memenuhi standar seleksi. Biasanya, nilai rata-rata yang ditetapkan adalah 7,0 untuk empat mata pelajaran yaitu bahasa Inggris, bahasa Indonesia, ilmu pengetahuan alam (IPA)/ilmu pengetahuan sosial (IPS), dan matematika.
Untuk yang aktif dalam berbagai kegiatan kesiswaan seperti organisasi siswa intra sekolah (OSIS), perlombaan, kepanitiaan, hingga les privat dan memiliki tanda bukti keikutsertaan seperti sertifikat, itu akan sangat membantu kita untuk lulus seleksi JSP. Karena panitia seleksi bukan hanya melihat calon mahasiswanya dari nilainya saja, melainkan juga dari keaktifannya ketika di sekolah ataupun di luar sekolah. Jika kita sudah diterima melalui jalur JSP, kita tinggal fokus saja dengan ujian nasional (UN). Apabila jalur JSP tidak berpihak kepada kita, ikuti saja seleksi yang lain seperti SNMPTN Tulis , UMB atau ujian mandiri. Asalkan kita yakin, kesempatan itu pasti ada. Jadi, lakukan saja yang terbaik selama kita merasa mempunyai rasa percaya diri untuk melakukannya.

MASA-MASA PERTAMA  MASUK KAMPUS
Pasti deg-degan ketika pertama kali masuk kampus?
Hem, jangan heran. Itu memang sesudah seperti hal yang lazim sebagai sambutan awal bagi mental kita yang baru pertama kali mengenal dunia kampus. Apalagi adaptasi dengan lingkungannya yang sangat berbeda dengan jaman kita SMA/SMK. Seragam putih-abu sudah tidak terlihat lagi disini. Kita bisa berganti-ganti pakaian yang ingin kita kenakan setiap hari, misalnya “Besok aku akan memakai pakaian yang mana ya?” atau “Lusa ingin bergaya seperti apa ya?” ini akan kita rasakan ketika pertama kali kuliah. Namun, selama itu sopan dan sesuai aturan kampus, kita bebas berekspresi di sini.
Sebelum perkuliahan yang sebenarnya dimulai, biasanya kita sebagai mahasiswa baru atau sering disebut MABA harus melewati masa orientasi peserta didik terlebih dahulu atau yang biasa dikenal dengan istilah ospek. Biasanya, ada dua macam ospek yang ada di kampus, ada yang sifatnya memang legal dari kampus dengan para panitianya yang merupakan mahasiswa-mahasiswa yang sudah dipilih oleh panitia penyelenggara. Namun, ada pula ospek yang sifatnya itu memang kurang disetujui oleh pihak kampus. Untuk ospek dari kampus, biasanya diadakan selama tiga hari sampai satu minggu, walaupun terkadang membosankan, namun kegiatan ini cukup membantu kita untuk lebih cepat mengenal kampus. Akan tetapi, untuk ospek kedua biasanya diadakan oleh kakak senior kita. Ospek ini biasanya diadakan di jurusan/fakultas masing-masing sesuai dengan pilihan kita, dan disini kita bisa diperlakukan bermacam-macam oleh senior. Semuanya itu tidak lain hanya cara senior memperkenalkan jurusan/fakultas kepada kita juga sebagai cara awal mereka untuk mengenali juniornya. Memang terkadang berlebihan, namun setelah semuanya selesai, kita akan merasakan suasana yang berbeda. Malahan, sering sekali terjadi cinta lokasi (cinlok) antara maba dengan Seniornya. Apabila kita sudah melewati tahap ini, kita akan merasa sedikit lega dan siap untuk melanjutkan tahap berikutnya.

HARI-HARI  PERTAMA PERKULIAHAN
Setelah melewati masa ospek, minggu selanjutnya kita sudah bisa merasakan hari pertama belajar di kampus. Kita akan merasakan sesuatu yang masih canggung disini, terutama ketika melewati kakak senior, yang bisa kita lakukan hanya mengucapkan kata “permisi, ka”, sebagai tanda bahwa kita menghargai senior kita. Biasanya, kegiatan perkuliahan minggu pertama dan kedua belum begitu efektif. Kalaupun sudah, biasanya dosen masuk ke kelas hanya untuk melakukan perkenalan awal saja, belum membahas materi perkuliahan. Momentum ini biasanya dimanfaatkan untuk saling berkenalan di kelas untuk mulai mengenal satu sama lainnya. Tidak jarang di sini juga bisa terjadi cinta lokasi antara teman satu kelas maupun teman di luar kelas. Kalo sudah seperti itu, hanya kata “cieeee” yang akan didengar ketika teman-teman lainnya mulai menggoda.

LALU, BAGAIMANA DENGAN KULIAH YANG SEBENARNYA?
Nah, sekarang kita masuk ke minggu kedua atau ketiga perkuliahan. Setelah kita mulai mengenali lingkungan kampus, kita juga harus mengenal baik dosen yang akan mengajar kita. Pemahaman tentang karakter dosen juga dinilai cukup penting, karena ada dosen yang baik, ada pula yang galak, atau yang memiliki disiplin yang tinggi, semuanya penting untuk kita pahami. Satu hal yang perlu kita garis bawahi bahwa Jangan menyamakan dosen dengan guru, karena dosen berbeda dengan guru. Di sekolah, guru mungkin bisa lebih cepat menghafal anak muridnya dan lebih cepat akrab dengan muridnya. Namun, berbeda dengan dosen, ia biasanya cenderung lebih cuek dengan mahasiswanya. Ada dosen yang menyenangkan, ada pula dosen yang membuat kita takut atau bosan dengan mata kuliahnya. Namun, bagaimanapun dosennya, kita harus bisa menerima aturan dan cara pengajarannya yang beragam. Intelektualitas dan keaktifan harus kita tonjolkan disini.
Jadi, selamat memasuki babak baru perjalanan pendidikan menuju karirmu, masa kuliah merupakan strata yang lebih tinggi dan dipandang sebagai kaum intelektual. Kedewasaan berfikir dan bertindak sudah seperti syarat wajib yang harus kita miliki. Seperti gelar yang kini kita sandang, yang mengubah kata siswa menjadi mahasiswa.

Semoga Post ini bermanfaat bagi kamu yang membacanya :)

#SaungIlmu