Rabu, 03 Juli 2013

Jilbab Dan Akhlak adalah 2 Hal yang Berbeda !

Banyak orang yang beragama Islam dan tahu hukum berjilbab. Tapi mereka enggan melakukan kewajiban itu karena dianggap sepele , atau dianggap hanya selewat saja untuk bergaya. dulu sebelum aku berhijab pun sempat berfikiran seperti itu , dengan alasan bahwa aku belum siap karena sikap dan hati ini yang belum sempurna , walaupun orang tua ku sudah mejelaskan hukum berhijab , bahkan sempat di marahin oleh kedua orang tua ku karena ketika memasuki SMK aku melepas hijabku , tapi setelah aku membaca berbagai macam artikel-artikel  aku jadi tau arti Hijab yang sebenarnya dan ternyata Hijab dan akhlak adalah dua hal yang berbeda  , justru alasan seperti itulah alasan klasik bagi sesorang wanita yang enggan menutup aurat ! dan alhamdulillah sampai saat ini aku sudah berhijab walau belum sempurna dan belum sesuai syar'i.  mari kita share di sini yang aku ambil dari beberapa artikel......

Bismillah~
ukhti harus kita ketahui..
Berhijab itu murni perintah Allah SWT dan hukumnya pun WAJIB Ketika seorang muslimah telah baligh atau dewasa maka wajib baginya untuk berjilbab. Adapun masalah moral atau akhlak itu adalah perkara yang lain dimana ada hukum tersendiri yang mengaturnya. jika seorang wanita berjilbab melakukan dosa atau pelanggaran itu bukan karna jilbabnya namun karna akhlaknya. 
Jilbab merupakan ibadah dan bukanlah semata-mata kebiasaan, dimana seorang wanita boleh untuk menanggalkannya kapan pun dia inginkan, namun jilbab adalah ciri kemuliaan, kesucian, dan rasa malu bagi seorang wanita.

Banyak Kontrovensi tentang berhijab , anak remaja jaman sekarang menganggap berjilbab hanya untuk bergaya bukan karena niat tulus dari hati , hanya untuk terlihat lebih cantik , dll. 
lebih parahnya lagi jilbab dijadikan sebagai tolak ukur prilaku seseorang  , ada Wanita remaja yang Baru beranjak dewasa mengatakan "ngapain pake kerudung tapi gak sesuai sama kelakuannya? gak malu tuh sama kerudung ! , kerudung dusta ! dengki banget hatinya gak malu sama kerudung?" intinya sih ngapain berjilbab tapi kelakuan buruk? gitu kan? 

yang aku pertanyakan sekarang.. kenapa MENYALAHKAN JILBABnya? 
Lalu bagaimana seorang wanita yang berkelakuan baik, tapi tidak berjilbab.
Aku justru malah ragu. Apa yakin dia baik? Apa yakin dia sepenuh hati? Karna kalau dia memahami, maka ia akan berjilbab.
apa bedanya cewek berjilbab sama yang Nggak ?
emangnya cewek gak berjilbab boleh berbuat salah ? Sama aja kan aturannya sama-sama gak boleh berbuat salah ? trus kenapa pada ribet giliran cewek berjilbab yang buat salah ??? di dunia ini tidak ada yang sempurna , setiap orang pasti memiliki kehilafan, yang membedakan cewek berjilbab itu mematuhi perintah allah swt untuk menutup auratnya , kalo soal Akhlak itu kembali ke Pribadinya masing-masing , sama saja dengan cewek-cewek lain yang ga pake jilbab. ya kan? 
wahai ukhti mari kita sama-sama saling introspeksi diri aja  kita gak perlu saling manghakimi satu sama lain apa agi nyalahkan Jilbabnya, inget Jilbab sama Akhlak itu Dua Hal yang berbeda !

Jadi, alangkah baiknya berhentilah memandang jilbab itu seperti sesuatu yang bersalah. yang harus kita ketahui bahwa, dosa berkelakuan buruk dan tidak berjilbab itu adalah dosa tersendiri.

dan Alangkah baiknya kita sebagai muslimah hendaklah menutup aurat , insyaAllah... tidak hanya orang terdekat kita yang mengatakan bahwa "KAMU CANTIK" tapi Allah Swt akan mengatakan seperti itu. jangan karna mempermasalahkan kita belum siap , belum yakin , atau sebagainya.Yakin itu akan diberikan Allah swt kalau kita sudah mau mendekat  dan Sesungguhya Allah Swt tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Sudah sangat jelas bukan?! Semuanya harus dimulai dari diri sendiri!  
kita bisa memulai dari dasarnya terlebih dulu, kemudian dengan beriringnya waktu kita Belajar perlahan menata hati sehingga kita menjadi muslimah sejati. Seperti dalam pepatah “Sedikit demi sedikit kemudian menjadi bukit”, bukankah begitu? Wallahu a’alam... bukan ingin bersuudzon, namun coba kita renungkan jawaban diatas , jika kita tetap menanamkan prinsip menunggu kita siap? belum yakin atau Belum ada hidayahkah? Sampai kapan? Hanya menunggu tanpa berusaha? Atau menunggu ajal menjemput? Lalu... nanti menyesal saat raga telah terhimpit liang lahad, terbungkus kain kafan, terkapar, lunglai, tak berdaya di sebuah kasur yang beralaskan tanah bahkan berulat. Tidak ada sanak keluarga, harta, melainkan yang ada hanya sebuah kegelapan. Na’udzubillah...

memang menjadi seorang muslimah sempurna itu tidak mudah karena memang yang berjilbab seharusnya lebih tahu malu dengan jilbabnya dalam bertingkah, karena ia otomatis menampakkan agamanya. Dan jika seseorang menampakkan agamanya, ia memiliki konsekuensi untuk berlaku sebagaimana aturan agamanya. setidaknya wanita berjilbab dapat selangkah lebih maju untuk memperbaiki akhlaknya.

Kesimpulannya Setiap perilaku seseorang tidak bisa kita menilai jeleknya orang yang berjilbab secara umum. muslimah yang berjilbab dan berakhlak baik tentu saja adalah muslimah sempurna. Adapun muslimah yang berjilbab namun akhlaknya tidak baik atau akhlaknya baik tetapi belum berjilbab adalah muslimah yang belum sempurna dan sedang berproses menuju kepada kesempurnaan.

Dan Jangan pernah menyesal bahkan malu karna berjilbab! Untuk meyakinkan hati, ingat sebuah pernyataan. “MALU?! Lebih malu manakah berjilbab atau nanti disaat kita dikumpulkan dipadang mahsyar dan Allah Swt meminta pertanggung jawaban atas kelalaian kita untuk berjilbab, padahal telah jelas kita sebagai muslimah sangat dianjurkan?!” Jika kita tidak berjilbab, lantas apa yang akan kita katakan pada-NYA? Nah, pilih yang mana? Tentu tidak mau mengambil resiko adzab-NYA kan?


ukhti...Apalah artinya keren atau mulia dimata manusia jika ternyata kita tdk bernilai di hadapan Allah swt. Sebagai hamba-Nya yag tidakk akan bisa hidup tanpa Rahmat dan Karuni-Nya, sudah semestinya hidup dengan ridho Allah lah yg menjadi prioritas kita, bukan pujian, bukan sanjungan dll. Dan jika ridho Allah sudah menyertai kita, apa sih yg tdk mungkin? Hidup kita pun menjadi penuh berkah.

Semoga Bermanfaat Buat kalian yang membacanya , terutama yang masih Menyalahkan Jilbab dengan akhlak ( Prilaku) !! dan buat kalian yang masih ragu untuk berhijab :) 
dan semoga kita dapat terus Istiqomah dijalan yang diridhoi-nya *amin ya robbal alamin*

Selasa, 02 Juli 2013

Untuk Kamu Yang Tak Menyukaiku !

Kamu.....
Kamu bilang  Aku selalu mengusik Kehidupanmu?
~ kamu gak sadar? siapa yang pertama kali mengusik kehidupanku? bahkan saat itu kamu seperti wanita yang tak mempunyai perasaan , hadir menjadi orang ketiga dalam hubunganku , dan menjadi wanita munafik.

Kamu Bilang aku selalu saja ingin tahu aktivitasmu atau kehidupanmu (KEPO)?
~kamu gak sadar? kamu rela membuat Facebook baru dengan memakai Nama orang lain demi ingin tahu aktivitas ku? lalu sekarang kamu membuat blog , apa gak sadar widget yang ada di blog kamu itu kamu contek dari blog aku? bukan hanya blog saja yang kamu contek.. banyaak hanya saja kamu tak mengakui~ sampai-sampai di setiap tulisanmu kamu menulis tentang aku~

ini sudah dua tahun berlalu kamu masih saja menyimpan dendam terhadap ku... sebenarnya aku punya salah apa ? benci karena kamu tak bisa mendapatkan dia saat itu? benci ketika kamu berhasil mendapatkan dia , namun tak bertahan lama karena dia yang belum bisa move on dari aku? Sebenarnya yang jahat ini  AKU atau KAMU? yang salah ini AKU atau KAMU?


atau mungkin kamu tak menyadari juga? kalau kamu yang berulah dan kamu yang memulai ini semua?

aku sudah melupakan semua , bahkan aku sudah memaafkan mu meski kamu tak meminta maaf karna gengsi mu yang telalu besaaaar...bukan karena aku KEPO , berharap positif malah mendaptkan respon NEGATIF , kamu malah menyindir-nyindir melewati jejaring sosial itu dan sudah melewati batas menyumpahi orang lain apa itu tidak KETERLALUAN?


terkadang aku berfikir kamu ini termasuk ke dalam golongan apa?

SIRIK atau Apa?
Baiklah..aku anggap saja kamu ngeFans Sama aku tapi tak mengakui sehingga menjadi HATERS yang selalu saja ingin Menjatuhkan ku.. jangan salahkan saya jika saya menganggapnya seperti itu :)

Hidup ini keras selalu seimbang ada yang menyukai dan tak menyukai , jadi  Dari 100 Juta orang yang menyukaiku ada 100 orang juga yang membenciku..

Logikanya, orang sirik hanya akan sinis pada seseorang yang hidupnya lebih baik daripada dia sendiri dan Faktanya jika terlalu banyak orang yang sirik dan mengurusi hidupmu, berarti hidupmu menarik bagi mereka !

Terimakasih buat kamu yang selalu memperhatikan ku , aku mendoakan agar kamu cepat sadar :)